Pandeglang – Minimnya penerangan jalan di jalur utama nasional wilayah Kecamatan Saketi hingga Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, kembali memakan korban. Tiga pengendara roda dua dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut pada Selasa (3/3/2026) malam.
Peristiwa terbaru terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, saat hujan rintik-rintik mengguyur kawasan tersebut. Seorang mahasiswi dari Universitas Mathla’ul Anwar Banten (UNMA Banten) mengalami kecelakaan tunggal akibat kondisi jalan yang gelap dan jarak pandang terbatas.

Menurut keterangan korban, insiden bermula saat dirinya hendak pulang usai menghadiri acara buka bersama di kampus.
“Saya selesai buka bersama di kampus mau pulang. Di jalan hujan tiba-tiba turun. Karena jalan terlalu gelap ditambah hujan, saya kira di depan ada lubang. Saya kaget dan langsung rem depan. Di situlah saya jatuh karena rem mendadak,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Saketi untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, korban tidak mengalami luka serius, namun kejadian ini menambah daftar kecelakaan di jalur tersebut.
Warga sekitar menilai, kurangnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas jalan nasional Saketi–Cisata menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan, terutama saat malam hari dan kondisi cuaca buruk. Selain gelap, beberapa titik jalan juga disebut memiliki permukaan yang tidak rata sehingga membahayakan pengendara.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi dan penambahan fasilitas penerangan jalan guna meminimalisir kecelakaan, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama penghubung antar kecamatan dan cukup padat dilalui kendaraan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait langkah penanganan maupun rencana perbaikan penerangan jalan di lokasi kejadian.
Penulis : Rudi Yana
Editor : Tim Redaksi
